Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Jumat, 06 Juli 2018

Surga di telapak kaki ibu

Sebagai umat islam, kita tentu sering sekali mendengar kalimat “surge itu ditelapak kaki ibu”. Maksudnya bagaimana?. Jadi gini, ketika kita mampu berbakti kepada orang tua, khususnya kepada ibu, maka Allah akan membalas surga epada kita semua. Dulu pada zaman Rosulullah, pernah ada salah seorang sahabat yang bertanya kepada beliau, intinya gini : wahai Rosul, siapakah orang yang harus aku hormati terlebih dulu. Kemudian Rosul menjawab ibumu. Lalu sahabat kembali bertanya. “kemudian siapa lagi wahai Rosul”. Ibumu, sabat itu pun kembali bertana dengan pertanyaan yang sama, namun Rosulpun tetap menjawab dengan jawaban yang sama pula, yaitu ibumu. Baru kemudian pertanyyan yang ke empat, Rosul menjawab bahwa setelah ibu, kita harus menghormati ayah.
Surga di telapak kaki ibu

Dari situ bisa jadi muncul pertanyaan besar buat kita semua. Loh kenapa kok ibu lebih utama dari sang ayah, bahkan Rosul sampai menyebutnya 3x?. Gini ya.. dulu pada saat saya masih jomblo, saya pun berfikiran seperti itu, namun setelah saya menikah, dan istri saya mulai hamil, saya baru tau ternyata pengorbanan seornag ibu itu sangat luar biasa.

Pertama kali seorang ibu mengalami kehamilan, ia merasakan mual yang sangat luar biasa, lalu 3 bulan awal kehamilan rasa mual pun tetap ada, bahkan ketika ia makan selalu muntah, sampai sampai tidak ada makan yang masuk ke dalam tubuhnya, karena setiap kali makan pasti dimuntahkan lagi. Sehinga tubuhnya menjadi kurus keronta.

Kemudian setelah berusia 3 bulan lebih, ia sudha merasa berat mengandung seorang anak, namun rasa berat itu kalah dengan rasa bahagia yang luar biasa, sehingga meskipun berat, hari hari pun ia lalui dengan penuh semangat. Memasuki kehamilan 5bulanan, tubuh semakin berat, tidur pun susah, kadang terlentang capek, miring juga capek, aaahh, serba capek. Tapi itulah perjuangan seorang ibu. Belum lagi nanti ketika anaknya lahir, ia harus menyusuhi, mengurus anaknya dan sebagainya.

0 komentar:

Posting Komentar