Bersama Mencapai Keunggulan Informasi Untuk Memajukan Bangsa

Seminar Layanan Prima di UAD

oleh Dr. Muhammad Sulhan,SIP.,M.Si. dan Drs. Tedi Setiadi,M.T.

Munas di solo

Foto bareng pemateri

Sabtu, 07 Juli 2018

Bersedekahlah Walau Pada Saat Sempit

Ada beberapa orang yang bilang, "aku nggak bisa sedekah, karena lagi nggak punya uang". Kata ngak punya uang di situ bukan berati sama sekali nggak punya uang. Namun keadaan dimana kita hanya mempunyai uang yang sangat sedikit, sehingga kadang kala jika kita dalam kondisi seperti itu kita merasa eman untuk bersedekah. Karena ia menganggap jika ia bersedekah maka ia nggak akan bisa makan lagi, nggak akan bisa belanja lagi, dan seterusnya.
Bersedekahlah Walau Pada Saat Sempit

Anggapan seperti itu bukanlah anggapan yang benar, karena jelas jelas Rosulullah menyuruh kita bersedekah disaat kita dalam kondisi lapang dan sempit. Jika Rosulullah menyuruh sesuatu maka pasti akan ada kebaikan kebaikan yang datang jika kita melaksanakannya. 

Suatu ketika bahkan Rosulpun berkata kepada para sahabatnya "Ma naqoso min shodaqotin,bal yazdadi balyazdadu, bal yazdadu. Artinya tidak berkurang sedikitpun harta yang disedekahkan di jalan Allah, melainkan akan bertambah, akan bertambah dan akan bertambah. Begitu kata Rosul.

Rosulullah menjelaskan bahwa sesuatu yang disedekahkan itu tidak akan berkurang sedikitpun, melainkan harta tersebut akan bertambah, bertambah, dan bertambah. Disitu Rosulullah sampai 3 kali, bertanda bahwa sedekah memang akan membuat kita semakin kaya, bukan sebaliknya. Kaya di dunia dan kayak di surga.

Tentu ketika kita sudah tahu hal tersebut, maka insya Allah kita tidak akan lagi merasa eman untuk menyedekahkan harta kita, karena itulah satu satunya harta kita yang sebenarnya, yaitu harta yang kita sedekahkan.

Cara Mendidik Anak di Usia Dini

Cara Mendidik Anak di Usia DiniAnak merupakan investasi akhirat. Kenapa investasi?, iya karena merekalah salah satu yang kita harapkan ketika kita nanti telah menghadap Allah SWT. Ketika mereka melakukan amal kebaikan maka kita pun pasti alan dapat kiriman kenikmatan sebab amal yang diperbuat tersebut. Namun sebaliknya, ketika mereka justru melakukan hal hal yang dilarang Allah, maka boleh jadi Allah akan mengirimkan siksa kepada kita sebab dulu waktu di dunia, kita tidak mampu mengajarkan kepada Anak tersebut.

Ketika kita tahu bahwa mereka adalah investasi yang berharga, maka tentu kita akan mendidiknya dengan sangat berhati hati. Lalu bagaimana cara mendidik anak sejak usia dini?. Pendidikan itu dimulaui sejak mereka di dalam kandungan, kita bisa memulai mengajarkan anak tersebut dengan cara memperdengarkan bacaan Al-Qur`an, kemudian kita ajak bicara dengannya sehingga ketika dia lahir dia sudah ada memori meori yang di dengarkan pada saat ia berada di dalam kandungan, untuk itu perdengarkan lah mereka dengan suara suara yang positif.

Selain itu ajaklah ia ke tempat tempat yang baik. Misalnya ke mesjiid. Dengan begitu ketika ia telah lahir ia sudah terbiasa datang ke mesjid. Lalu setelah ia lahir, cobalah kalian adzani. Kenapa adzan?. ya, biar pertama kali ia lahir ia langsung mendengarkan seruan Allah, sehingga ketika ia sudah besar, dan bahkan beranjak dewasa ia senantiasa bergegas pada saat mendengar seruan dari Aallah SWT.

Lalu, pada saat ia balita terus dan terus perdengarkan ia dengan lantunan Al-Quran, biar ayat ayat tersebut terekam dalam memori otaknya, sehingga bisa jadi ketika ia beranjak besar dan ia mulai menghafal Al-Qur`an maka proses menghafal tersebut akan menjadi lebih mudah.

Tata Cara Mandi Besar dan Kecil

Baabul ghusli, yaitu bab yang menjelaskan tentang mandi. Ada beberapa hal hang mewajibkan untuk mandi, yaitu

1. Jinabat, timbulnya jinabat itu dikarenakan keluarnya seperma atau melakukan senggama antara laki laki dan perempuan.
Ketika orang sedang jinabat, maka haram melakukan beberapa hal, yaitu melakukan solat, sujud, membawa dan membaca mushaf al quran, khutbah jumat, thowaf, iktikaf di masjid.
2. Meninggal. Dalam islam orang yang meninggal itu mempunyai 4 hak, yaitu dimandikan, dikafani, disolatkan,  dan dikuburkan.
Tata Cara Mandi Besar dan Kecil
3. haid
4. Nifas
5. Beranak
6. Badan yang terkena najis.

Dalam melakukan mandi, ada beberapa hal yang harus dilakukan :
1. Niyat.
2. Membasuh seluruh tubuh dengan air.

Sedangkan sunnah sunnah mandi, itu ada beberapa hal, yaitu:
1.  Membaca basmalah
2. Menghikangkan kotoran
3.  Berwudhu sebelum melakukan mandi
4. Membasuh badan secara berulang ulang
5.  Mengusap sela sela jari tangan dan kaki
6.  Memulai membasuh dari badan sebelah kanan
7. Memualai membasuh badan bagian atas
8.  kosoan
9. Menghadap kiblat
10. ditempat yang nggak terkena cipratan air
11. Menuupi aurot
12. Menaruh wadah air yang lebar disebalah kanan angotan badan, sedangkan menaruh wadah air yang sempit disebelah kiri badan
13. Membaca syahadat setelah melakukan mandi

Jenis jenis mandi sunnah

Ada beberapa mandi yang tergolong sebagai mandi sunnah, yaitu mandi ketika hendak pergi jumatan, mandi ketika hendak melakukan sholat istisqo, solat gerhana bulan dan mata hari, dan mandi karena hendak melaksanakan sholat ied, serta mandi dikarenakan hendak masuk agama islam.

Jumat, 06 Juli 2018

Ridhoilah setiap langkah anakmu

Kemarin saya membaca sebuah tulisan, entah tulisannya siapa saya lupa. Tulisan itu menjelaskan tentang bagaimana ketika anak anak itu tergolong sebagai anak yang nakal, bisa jadi ia akan cenderung akan melunjak kenakalannya itu. Namun bagi mereka yang tergolong sebagai anak yang baik, mereka akan cenderung menjadi pribadi pribadi yang lebih baik. Pertanyaannya adalah kenapa bisa seperti itu?.
Ridhoilah setiap langkah anakmu

Dia menjelaskan bahwa salah satu faktornya terletak pada ridho yang diberikan oleh orang tua. Ketika anak menjadi anak yang nakal, kebanyakan orang tua akan murka kepada anaknya, sehingga Allah pun ikut murka kepada anak itu, otomatis ketika seorang anak dimurkai oleh orang tuanya dan dimurkai oleh Allah, maka jadilah ia menjadi pribadi yang lebih nakal lagi.

Sebaliknya, anak yang berbuat baik, maka semua orang tua akan berbahagia, meridhoinya, sehingga Allah juga akan ridho terhadap anak tersbut, maka jadilah anak tersebut menjadi anak yang lebih baik lagi. Kenapa seperti itu?. Karena jelas Nabi mengatakan bahwa ridhonya Allah itu terletak pada ridhonya orang tuanya ke anak, sebaliknya. Murkanya Allah itu terletak pada murkanya orang tua ke anaknya

Bekal menuju akhirat

Banyak sekali bekal yang bisa kita bawa di akhirat nanti, salah satunya yaiu sholat. Selain itu ada juga bekal yang terus mengalir, walaupun kita sudah mati. Apa bekal itu?. Pertama yaitu amal jariyah. Yaitu uang yang telah kita sedekahkan untuk keperluan umum. Misalnya untuk membangun masjid, membangun wc umum, membangun sekolah, dan sebaginya. Setelah kita mati nanti selagi tempat tempat itu masih digunakan maka orang yang sedekah itu masih tetap mendapatkan pahala yang mengalir.
Bekal menuju akhirat


Selain itu ketika kita bersedekah kepada anak anak yatim, kemudian dengan uang kita itu mereka gunakan untuk beli peralatan sekolah atau digunakan untuk membayar SPP sekolah, maka ketika mereka sudah menjadi pintar dan memanfaatkan ilmunya itu untuk kebaikan orang lain, maka kita yang sudah mati pun akan dapat kiriman pahala.

Lalu yang kedua yaitu ilmu yang bermanfaat. Apa indikasi ilmu yang bermanfaat itu?. Yaitu ketika ilmu yang kita miliki mampu kita ajarkan kepada orang lain, sekudian orang lan dengan ilmu yang kita ajarkan itu terus mengajarkan kepada orang lain juga, seterusnya dan seterusnya. Indikasi lain, ilmu yang bermanfaat yaitu ketika dengan ilmu yang kita miliki itu bisa memberikan kemudahan bagi orang lain. Misalnya kita menemukan alat, yang alat itu bisa digunakan oleh orang banyak. Dsb.

Kemudian yang ke tiga, yaitu ketika memiliki anak anak yang sholeh dan sholehah. Salah satu indikasi anak anak yang sholeh yaitu anak yang selalu mendoakan orang tuanya, kapanpun dan dimanapun mereka berada, sehingga ketika orang tua mereka sudah meninggal, maka mereka masih mendoakan orang tua tersebut.

Hikamah kematian

Hadirin yang dirahmati Allah. Betapa banyaknya saudara kita yang saat ini telah dipanggil oleh Allah SWT, namun Alhamdulillah sampai dengan detik ini Allah masih memberikan kita umur yang panjang. Untuk itu wajib bagi kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.
Hikamah kematian


Hari ini kita yang masih bisa bersilaturahim, masih bisa ngobrol bareng, masih bis amakan bareng. Namun tidak ada yang tahu, tidak ada yang menjamin bahwa besok kita akan bisa seperti ini lagi. Bisa jadi nanti, besok, atau lusa Allah sudah memanggil kita. Karena kapan dan dimana Allah memanggil merupakan rahasia Allah.

Sebagai manusia, yang bisa kita lakukan yaitu bersiap siap dan memperbanyak tabungan atau bekal kita untuk menuju akhirat. Kenapa?. Karena di akhirat nanti kita akan hidup sela lamanya. Kata Allah kholidina fiha Abadan. Dijelaskan bahwa satu hari diakhirat sama halnya seribu tahun ketika di dunia. Padahal di dunia kita hidup nggak ada 1000 tahun, paling Cuma 60an tahun kata Nabi. Sehingga umur yang singkat ini sangat rugi jika nggak kita manfaatkan dengan baik.

Apa bekal yang bisa kita bawa?. Pertama yaitu bekal sholat. Sholat merupakan satu satunya amal yang akan dihitung pertama kali. Jika sholat kita bagus, insya Allah amal lainnya pun akan menjadi bagus. Namun sebaliknya, jika sholat kita berantakan,jarang jarang, maka amal lain pun akan mengikuti. Bahkan saking pentingnya sholat, umat islam diwajibkan sholat walaupun dalam kondisi sakit sekalipun.

Menikahlah walaupun belum punya uang

Nikah merupakan salah satu sunnah rosul yang sanagt luar biasa. Bahkan sampe Rosul berkata “Annikahu sunnati, faman roghiba an sunnati falaisa minni” artinya Nikah itu adalah sunnahku, barang siapa yang tidak menyukai sunnahku maka bukan termasuk ummatku.
Menikahlah walaupun belum punya uang

Namun sebagian orang, menikah tu bukanlah sesuatu yang mudah. Karena saat ini rukun nikah tidak hanya rukun yang dijelaskan dalam hadits, yaitu ada mempelai wanita, ada ijab kobul, ada mahar, ada wali bagi wanita. Tidak, tidak hanya itu. Sekarang ini rukun nikah ditambah lagi menjadi ada resepsi. Dan inilah yang memberatkan sebenarnya. Berat dibuat buat sendiri. Padahal sebenarnya Allah sudah memberikan keringanan yang luarbiasa. Berupa syarat syarat yang sebenarnnya tidak memerlukaj biaya yang banyak.

Dulu zaman nabi, pernah ada suatu cerita bahwa ada salah satu sahabat yang sangat miskin. Ia ingin menikah namun tidak punya uang untuk digunakan membelikan mahar kepada calon istrinya itu. Kemudian nabi menyuruhnya untuk memberikan mahar berupa bacaan Al-Qur`an. Nah. Itulah kemudahan kemudahan yang diberikan Allah sebenarnya, tapi sekarang ini manusia membuatnya menjadi berat sendiri. Sehingga banyak yang belum berani nikah hanya karena biaya pernikahan itu sendiri, padahal sebenernya sudah punya pasangan.

Kenapa bisa seperti itu disebabkan karena gengsi yang terlalu gede, ia melihat bahwa budaya atau kebiasaan yang ada di tempatnya seperti itu sehingga mau nggak mau ia harus meniru seperti itu juga.